SUARA INDONESIA, BLITAR - DPRD Kabupaten Blitar meminta kepada Pemerintah Kabupaten Blitar serius menangani fenomena El Nino dan membantu petani dalam menyikapi hal tersebut.
Mengingat, dampak yang ditimbulkan dari El Nino telah mengakibatkan banyak petani yang merugi seperti gagal panen, banyak hama, kekurangan air dan lain sebagainya.
Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Suwito Saren Satoto, menyampaikan, El Nino tahun ini menyebabkan kekeringan lahan-lahan pertanian padi di wilayah Kabupaten Blitar, menjadi yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir.
"Utamanya yang harus berlari cepat dalam menyikapi peristiwa ini adalah Dinas Pertanian dan Pangan. Karena secara aturan sudah ada di sana. Jadi kami minta segera turun ke bawah dan mencarikan solusi," terangnya kepada wartawan, Senin (4/12/2023).
Suwito juga menekankan pentingnya Pemerintah Kabupaten Blitar memperhatikan perlindungan petani melalui Perda Perlindungan dan Pemberdayaan Petani yang sudah ada. Perda ini mengatur strategi melindungi lahan-lahan produktif dan ekstensifikasi pertanian.
“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Blitar dapat memberikan perhatian yang serius terhadap masalah kekeringan yang terjadi akibat El Nino. Dinas Pertanian harus belajar dari pengalaman ini dan menyusun strategi yang lebih baik untuk menghadapi situasi yang serupa di masa depan,” katanya.
Suwito menegaskan perlunya koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Blitar dengan petani dan pihak terkait lainnya untuk mencari solusi yang terbaik dalam menghadapi fenomena El Nino.
"Dengan demikian, diharapkan Kabupaten Blitar dapat lebih siap dan tanggap dalam menghadapi bencana alam yang berdampak pada sektor pertanian," pungkasnya. (Adv)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Arik Susanto |
| Editor | : Satria Galih Saputra |
Komentar & Reaksi