Berhasil di Pasar Semampir, Social-Physical Distancing Bakal Diterapkan di Delapan Pasar Tradisional Probolinggo 

Berhasil di Pasar Semampir, Social-Physical Distancing Bakal Diterapkan di Delapan Pasar Tradisional Probolinggo 
Ekonomi
Aktivitas Jual Beli di Pasar Tradisional Semampir Kraksaan Kabupaten Probolinggo di Tengah Pandemi Covid-19 (Foto. Kolase)

PROBOLINGGO - Penerapan Social-Physical Distancing untuk menekan penyabaran Covid-19 bagi para pedagang dan pembeli di Pasar Semampir Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, mulai menuai hasil.

Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Probolinggo, Dwijoko Nurjayadi, sejak diterapkan pada Rabu (29/04/2020) lalu antara pedagang dan pembeli bahkan pedagang dengan pedagang, terpantau ada jarak aman tanpa memgganggu aktivitas jual beli.

"Hasil evaluasi kami padagang dan pembeli semakin tertib ya mas. Jadi kalau satu lapak masih ada pembelinya, mereka antre atau berbelanja dulu ke lapak pedagang lainnya," katanya kepada suaraindonesia.co.id, Sabtu (02/05/2020).

Pasar Tradisional Semampir dijadikan uji coba penerapan Social-Physical Distancing, sebab pasar tersebut menjadi salah satu pasar terbesar di sisi tengah dan timur Kabupaten Probolinggo.

Pasar Semampir menjadi tempat belanja ratusan pedagang sayur keliling, dari berbagai kecamatan di sekitarnya.

"Kita lihat saja para pembeli yang rata-rata penjual sayur keliling. Mereka akan menyebar ke desa-desa dan melakukan kontak dengan banyak orang. Maka dari itu kita jaga dan amankan betul Pasar Semampir, jangan sampai ada yang positif," imbuh Dwijoko.

Evaluasi lanjutan dilakukan di Pasar Semampir yang kemudian bakal diterapkan di delapan pasar tradisional lainnya di Kabupaten Probolinggo.

Meliputi Pasar Paiton, Bayeman, Muneng, Patalan, Bantaran, Tiris, Krucil dan Bayuanyar. Delapan pasar tradisional tersebut, akan diberlakukan konsep dan rekayasa tata letak lapak jual pedagang, demi menekan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Probolinggo.

"Ini salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Probolinggo, untuk menekan penyebaran Virus Corona. Karena jika ada pedagang yang terkonfirmasi positif Covid-19, bukan tidak mungkin pasar tradisional bisa ditutup," jelas Dwijoko.

Pemkab Probolinggo terus mengupayakan dampak perekonomian masyarakat tidak terjun bebas di tengah pandemi Virus Corona. 

Namun begitu, masyrakat diminta mematuhi seluruh aturan dan protokol kesehatan serta keamanan yang telah ditetapkan. Agar wabah Covid-19 ini cepat berlalu. (Adv).

Simak video berikut:


Kontributor : Lutfi Hidayat
Editor : Imam Hairon
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar