Tiga Ulama Probolinggo Imbau Masyarakat Ikuti Anjuran Pemerintah Cegah Covid-19

Tiga Ulama Probolinggo Imbau Masyarakat Ikuti Anjuran Pemerintah Cegah Covid-19
Sosial
Tangkapan Layar Video Tiga Tokoh Kharismatik Kabupaten Probolinggo, Saat Berikan Imbauan Pencegahan Penyebaran Covid-19

PROBOLINGGO - Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) Ke-274, bertemakan percepatan penanganan wabah Virus Corona.

Upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19, terus dilakukan Pemkab Probolinggo, Jawa Timur.

Imbauan penerapan protokol kesehatan dan keamanan serta perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), juga tak berhenti di tingkat pemerintah daerah.

Sejumlah Ulama Kharismatik di Kabupaten Probolinggo juga dirangkul, mereka memberikan dukungan dengan mengeluarkan imbauan tentang bahaya virus corona. 

Ketiga tokoh Ulama itu, yakni tokoh agama Habib Muhammad Ba'ali, Pengasuh Ponpes Nurul Jadid, Paiton, KH. Moh. Zuhri Zaini dan Pengasuh Ponpes Zainul Hasan Genggong, Pajarakan, KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah.

Maklumat dan anjuran mengikuti SOP kesehatan dan keselamatan dalam upaya pencegahan Covid-19, disampaikan ketiga tokoh Ulama dengan banyak pengikut itu. 

KH. Moh. Hasan Mutawakkil Alallah, dalam sebuah narasi video menyampaikan, masyarakat diminta saling tolong menolong dalam berbuat kebaikan, baik kepada diri sendiri maupun orang lain. 

Termasuk dalam situasi wabah virus corona yang juga melanda banyak negara Muslim termasuk Indonesia. 

Masyarakat diimbau mengikuti protokol yang ditetapkan Pemerintah Pusat hingga Daerah, untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

"Kita ikuti protokol yang ditetapkan pemerintah. Karena sampai saat ini belum ada vaksin yang tertulis yang secara medis disahkan, dapat menanggulangi penyakit ini. Maka satu-satunya upaya, ikhtiar kita adalah menghindari penularan wabah ini," imbau KH. Mutawakkil, Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim itu.

Pengasuh Ponpes Nurul Jadid, Paiton, KH. Moh. Zuhri Zaini, juga menganjurkan masyarakat untuk berupaya sebisa mungkin tidak tertular Covid-19.

Begitu pun jika terjangkit virus corona diharapkan tidak menularkan kepada orang lain. 

Protokol kesehatan juga diminta terus dilakukan, dengan menghindari kerumunan, menjaga jarak aman 2 meter, sering mencuci tangan dan tidak keluar rumah jika tidak benar-benar penting.

Jika pun harus keluar rumah diupayakan memakai masker.

"Itu Ikhtiar. Dan kita yakin, semua itu yang menentukan Allah. Tapi tetap ikhtiar itu harus kita lakukan, sambil memohon kepada Allah SWT," pesan Kiai Zuhri dalam narasi Videonya.

Tokoh Ulama lainnya, Habib Muhammad Ba'ali, menyampaikan masyarakat perlu menyadari bahwa wabah corona ini merupakan pemberian Allah. Jadi tidak perlu saling menyalahkan. 

Habib Muhammad Ba'ali juga memberikan pengertian, bahwa apa yang dilakukan pemerintah adalah untuk menjaga masyarakat, agar tidak terpapar virus corona.

"Semua ini ujian dari Allah, jadi jangan menyalahkan siapa-siapa. Semoga semua masyarakat selalu sehat dan bapak-bapak (Pejabat Pemerintah-Red) tidak pelit kepada rakyat," imbau Habib Muhammad Ba'ali.

Kadis Kominfo, Statistik dan Persandian Kabupaten Probolinggo, Yulius Christian, mengatakan Pemkab Probolinggo memandang perlu adanya dukungan seluruh pihak, dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19, termasuk dari para tokoh Ulama yang menjadi panutan masyarakat.

Percepatan penanganan pandemi wabah Virus Corona ini, juga menjadi tema penting Harjakapro Ke-274.

"Kami meminta seluruh pihak bergerak dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Para Ulama Probolinggo hingga tokoh masyarakat di tingkat desa, kami rangkul bersama-sama dalam upaya pencegahan virus corona," kata Yulius, Minggu (19/04/2020).

Hingga saat ini, data kasus Virus Corona berdasarkan infografis tim Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo, sebanyak 337 ODP, 25 orang PDP dan 16 orang positif terinfeksi Covid-19. (Adv)


Kontributor : Lutfi Hidayat
Editor : Imam Hairon
Publisher : Aulia Fasha
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar