SUARA INDONESIA JAWA TIMUR

Pemilik Toko Kelontong di Situbondo Maafkan Dua Santri yang Mencuri Susu di Warungnya

Syamsuri - 04 July 2024 | 12:07 - Dibaca 7.41k kali
News Pemilik Toko Kelontong di Situbondo Maafkan Dua Santri yang Mencuri Susu di Warungnya
Polres Situbondo memberlakukan keadilan restoratif bagi dua pelaku pencurian di bawah umur, ditandai dengan surat pernyataan dari pelaku didampingi keluarga dan dihadiri korban. (Foto: Syamsuri/Suaraindonesia.co.id)

SUARA INDONESIA, SITUBONDO - Polsek Panji, Polres Situbondo, menerapkan penanganan restorative justice atau keadilan restoratif kepada dua pelaku kasus pencurian susu di salah satu warung Dusun Barat, Desa Curah Jeru, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Kapolsek Panji AKP Nanang Priyambodo mengatakan, Sabtu 29 Juni 2024 sekitar pukul 12.20 Wib lalu, pihaknya menerima laporan dari warga yang mengamankan terduga pelaku pencurian di sebuah warung atau toko kelontong.

"Dua pelaku pencurian yang diamankan berinisial AT (17) dan IL (17). Mereka berdua sempat melarikan diri dengan cara melompat jendela belakang warung yang terbuka di area persawahan, namun berhasil diamankan oleh warga," terangnya, Kamis (04/07/2024).

Menurutnya, saat diamankan ditemukan beberapa barang bukti bukti berupa dua liter susu UHT diamond, tujuh usus goreng, dan uang receh terbungkus plastik sebesar Rp 38 ribu. Kalau ditotal, kerugian korban mencapai Rp 118 ribu.

“Saat diminta keterangan di Polsek Panji, dua pelaku mengaku adalah santri di salah satu ponpes. Mereka mengaku terpaksa mencuri karena uang bulanan kurang,” ungkapnya.

Setelah kedua belah pihak dipertemukan, antara pelaku dan korban, kemudian polisi mengambil langkah restorative justice. “Karena dengan pertimbangan kedua pelaku masih di bawah umur dan korban sudah memaafkan," bebernya.

Sementara itu, Kapolres Situbondo, AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto, menjelaskan bahwa proses restorative justice dilakukan karena pihak korban tidak ingin melanjutkan proses hukum.

Selanjutnya, atas amanat UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) dan Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Tindak Pidana Berdasarkan Keadilan Restoratif, polisi menempuh jalur musyawarah.

Menurutnya, dalam penanganan tindak pidana, penyidik selalu memperhatikan kepastian hukum, manfaat hukum dan rasa keadilan. Salah satunya restorative justice dilakukan melalui upaya musyawarah mufakat yang melibatkan semua pihak. Antara lain, anak dengan orang tua atau wali, serta korban dan pihak yang terlibat lainnya.

"Hasil dari musyawarah tercapai kesepakatan. Dari pihak korban juga sudah memaafkan pelaku. Mereka tidak ingin melanjutkan ke proses hukum," ujarnya.

Karena sudah terjadi kesepakatan antara pihak yang terlibat, maka kasus pencurian susu yang ditangani oleh Polsek Panji diselesaikan secara restorative justice, ditandai dengan surat pernyataan dari pihak pelaku didampingi keluarga yang juga dihadiri korban. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Syamsuri
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV